Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Gadget dan Informasi

Gadget Jadi Alat, Bukan Memperalat

Home / Opini / Gadget Jadi Alat, Bukan Memperalat
Gadget Jadi Alat, Bukan Memperalat Rachmat Kriyantono, PhD

Tetapi, saya menganggap perkembangan teknologi komunikasi yang canggih dan masyarakat melek teknologi saja bukan jaminan bahwa masyarakat itu disebut masyarakat informasi. 

Saya berpendapat bahwa suatu masyarakat baru dapat disebut masyarakat informasi bila ditandai oleh kebudayaan informasi, yaitu masyarakat “memiliki kesadaran informasi yang tinggi, mengandalkan informasi dalam segala bidang kehidupan sehingga mampu mengolah dan memanfaatkan informasi secara efektif dan efisien serta meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja.”

Di sinilah terjadi paradoks masyarakat informasi. Di satu sisi, booming-nya gadget dan akses internet, menunjukkan penetrasi teknologi komunikasi yang semakin canggih dan membantu segala aspek kehidupan. 

Pergerakan manusia semakin cepat dan meluas karena gadget memudahkan kita berkomunikasi dengan kolega yang berjauhan tempat tinggalnya, memudahkan dalam mencari informasi, bertransaksi online, dan meningkatkan sendi perekonomian. 

Handphone dan aneka gadget telah mendarah daging dan menjadi teman yang kita sapa saat bangun tidur serta teman terakhir saat menjelang tidur lagi. 

Di sisi lain, alih-alih membawa masyarakat kita menuju masyarakat berkualitas, teknologi canggih ini cenderung mereduksi kualitas masyarakat, akibat kurang bijak dalam penggunaannya.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com