Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Gadget dan Informasi

Gadget Jadi Alat, Bukan Memperalat

Home / Opini / Gadget Jadi Alat, Bukan Memperalat
Gadget Jadi Alat, Bukan Memperalat Rachmat Kriyantono, PhD

Jika kita tidak dapat mengelola penggunaan gadget, membuat kita kecanduan dan berdampak negatif. Sifat kecanduan ini tampak dari data bahwa orang Indonesia rata-rata mengecek ponselnya lebih dari 80 kali setiap hari. 

Karenanya, saya menyebut masyarakat kita hanya dalam taraf sudah masuk era masyarakat teknologi, yakni masyarakat pengguna (user atau konsumen) teknologi, tetapi, belum dapat disebut masyarakat informasi.

Penggunaan gadget yang menjamur ini belum dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar berdaya saing dengan bangsa lain. Teknologi belum digunakan optimal untuk birokrasi, seperti pengurusan surat-menyurat, kearsipan atau pelayanan publik lainnya. 

Budaya langsung bertemu masih mewarnai birokrasi pelayanan publik, yaitu masyarakat masih harus datang langsung ke kantor pelayanan publik meski sekadar menyerahkan foto kopi akta lahir (yang sebetulnya dapat discan dan diemail).

Mahasiswa banyak yang berinternet, tetapi, lebih banyak untuk main game atau hiburan lainnya, seperti facebook, Whatsapp, atau instagram. Hal ini diperkuat data bahwa pengguna facebook sangat besar, yakni 88 juta orang dan 94% di antaranya mengakses facebook dari gadget mobile.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com