Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Sinau Bareng Emha Ainun Nadjib

Mencari Indonesia di Kaki U-19 (Yang Hebat Pasti Bukan Indonesia)

Home / Opini / Mencari Indonesia di Kaki U-19 (Yang Hebat Pasti Bukan Indonesia)
Mencari Indonesia di Kaki U-19 (Yang Hebat Pasti Bukan Indonesia) Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menggendong masalah Keraton dan Indonesia sangat ‘njarem’ di hati. Sebab itu adalah lubang dan retakan di dalam rongga nasionalisme keindonesiaanku. Aku keluar rumah, berlari ke lapangan sepakbola. Menghela napas panjang dengan irama perlahan-lahan, sambil kaki berlari-lari kecil, tetapi tidak dalam irama yang sama dengan ritme napasku. Cucu-cucuku kesebelasan nasional U-19 sedang berjuang di medan laga Myanmar, dan mestinya itu membuat hati Indonesia kita tergetar.

Di AFC U-19 2014 bersama istri dan seorang teman aku nongol di Yangon dan Naypyidaw, Myanmar, tanpa diketahui sebelumnya oleh Evan Dimas dkk. Juga kami tidak merasa siapa-siapa sehingga harus memberitahukan partisipasi kami terhadap perjuangan U-19, kepada Coach Indra Sjafri, BTN, maupun para pengurus PSSI di sana. Kami mengikuti proses mereka, ranjau-ranjau yang menghadang mereka, tetapi kami hanya suporter, penggembira berkibarnya Merah Putih di bagian bumi manapun.

Tidak penting untuk diceritakan apa yang kami lakukan di Yangon dan Naypyidaw. Yang utama sekarang sesudah melahap Filipina 9-0, kemudian diuji 0-3 oleh Vietnam, kita berharap sekurang-kurangnya 3 gol disarangkan anak-anak ke gawang Brunei. Sesudah itu mateg aji lagi berjuang menegakkan Merah Putih di puncaknya. Yang dilakukan oleh Coach Indra Sjafri adalah mencari Indonesia di kaki anak-anak asuhnya U-19 yang orisinal putra Nusantara. Mohon izin – kalau saya menyebut nama “X”, tidak berarti saya anti “Y” atau “Z”, sebagaimana tradisi atmosfer perpolitikan kita. “X” disebut semata-mata karena temanya harus menyebut “X”.

17 Agustus yang lalu mereka beramai-ramai datang ke Maiyahan Mocopat Syafaat di Tamantirto, Kasihan, Bantul. Jamaah mendoakan mereka, Coach Indra menuturkan tekadnya, anak-anak refreshing dua jam dengan para penari 5 Gunung sekitar Magelang dan seorang Etnomusikolog Profesor tamu dari Amerika. Substansi doa Jamaah Maiyah bukan terutama untuk kemenangan dan keunggulan. Melainkan pertama, untuk peneguhan diri keindonesiaan dalam jiwa pemain. Kedua, semoga selamat dari ranjau-ranjau yang diproduksi oleh dismanajemen persepakbolaan NKRI yang bisa “nyrimpeti” kaki mereka, sebagaimana U-19 yang sebelumnya.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com