Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Menpora: Peran Pemuda Tak Lepas dari Keislaman dan Keindonesiaan

Home / Peristiwa - Nasional / Menpora: Peran Pemuda Tak Lepas dari Keislaman dan Keindonesiaan
Menpora: Peran Pemuda Tak Lepas dari Keislaman dan Keindonesiaan Imam Nahrawi saat menjadi pembicara di acara Simposium Nasional 'Pembangunan Karakter Pemuda Indonesia' bersama Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, Hj Nihayatul Wafiroh Anggota DPR RI dari fraksi PKB dan Dekan Fisip Febi UIN Sunan Ampel, Prof. AKH. Muzakki

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi,  menegaskan bahwa pemuda adalah aset bangsa yang sangat strategis.

Peran pemuda juga tidak lepas dari konteks keislaman dan keindonesiaan. Hal ini karena jiwa muda secara psikologis cenderung menginginkan hal yang baru, pemuda juga sangat mudah menjadi pelopor perubahan. Sebab di setiap perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan dan bernegara, hampir dipastikan ada peran para pemuda.

"Kepemimpinan bangsa ini mau tidak mau akan dilanjutkan oleh pemuda. Maka dari itu pemuda harus menghindari bahaya destruktif mulai dari bahaya penyalagunaan narkoba, radikalisme, terorisme dan pergaulan bebas seta hidup hedonisme," kata Imam Nahrawi saat bicara di Simposium Nasional 'Pembangunan Karakter Pemuda Indonesia' di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Menpora-2WXI2V.jpg

Ikut sebagai pembicara dalam acara itu Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, Hj Nihayatul Wafiroh Anggota DPR RI dari fraksi PKB dan Dekan Fisip Febi UIN Sunan Ampel, Prof. AKH. Muzakki.

Bupati Bondowoso, Amin Said Husni meminta agar pemuda bisa selalu eksis dengan intelektualitasnya dan ketaqwaannya. Sebagai pemuda harus dibekali hal tersebut.

"Jika pemuda memiliki intelektual dan ketaqwaan, pasti di lingkungan sosial pemuda dapat berinteraksi dengan baik,  dalam membangun bangsa ini," paparnya.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com