Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Opini

Kering Berjemaah

Home / Opini / Kering Berjemaah
Kering Berjemaah Muhammad Yunus, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Wakil Dekan III FKIP Universitas Islam Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTAMUSIM kemarau yang sedang berlangsung di Indonesia ini bukanlah hal baru. Itu adalah siklus alam yang harus berlalu. Tapi kenapa alam penuh keberkahan ini senantiasa tidak mau bersahabat dengan orang-orang yang ada didalamnya.

Selalu muncul musibah alam. Musim hujan menjadi musim banjir, sementara musim kemarau menjadi musim penuh kekeringan dibanyak tempat. Selain itu rupaya kondisi alam berupa kekeringan ini bersamaan dengan kekeringan lainnya.  Mulai dari kering kebersamaan, kering gotong royong, kering beragama, kering informasi yang akurat, sampai kering karakter.

Musim yang seakan-akan tidak bersahabat ini, hujan kebanjiran dan kemarau kekeringan, haruslah direnungkan oleh manusia untuk bertaubat nasuha kepada Allah SWT. Tidak ada akibat tanpa sebab. Hukum kausalitas bersifat sunnatullah.

Lihatlah penebangan hutan secara liar, penambangan pasir tanpa surat izin, dan sebagainya. Akibatnya terjadilah kebakaran, tertimbun tanah longsor akibat tebing yang rapuh, sampai pada habisnya keterdiaan air. Dalam konteks inilah patutlah direnungkan firman Allah SWT QS Ar Rum ayat 42 yang artinya, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagaian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com